Selasa, 27 Desember 2011

SHALAT SUNAT 2 RAKAAT SEBELUM JIMA'


Hadits 1 :
حدثنا عبيد الله بن يوسف قال أخبرنا الحجاج بن فروخ قال أخبرنا ابن جريج عن عطاء عن ابن عباس عن سلمان رضي الله عنه قال:  قال رسو ل الله إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ اِمْرَأَةً فَكَانَ لَيْلَةَ الْبَنَاءِ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَأْمُرْهَا فَلْتُصَلِّ خَلْفَهُ رَكْعَتَيْنِ فَإِنَّ اللهَ جَاعِلٌ فِي الْبَيْتِ خَيْرًا
Dari Salman ia telah berkata, Rasulullah saw telah bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu telah menikahi seorang perempuan, maka hendaklah shalat dua rakaat pada malam pengantin, dan hendaklah ia memerintahkan istrinya shalat dibelakangnya dua rakaat, karena Allah swt akan menjadikan kebaikan rumah itu.” (H.R al-Bazzar, dalam kitabnya Al-Zakhar VI : 494)
Kelemahan :
Hadits ini DHA’IF karena terdapat rawi yang bernama Al-Hajaj bin Farukh Al-Wasithi
A. Imam Yahya bin Ma’in mengatakan, “ليس بشء ” tidak ada apa-apanya
B. Imam Nasai mengatakan, “ ضعيف “ lemah
C. Imam adz-Dzahabi mengatakan tentang hadits di atas, “ هذا حديث منكر جدا “ ini adalah hadits yang sangat munkar.
    (Mizanul 'Itidal fi Taqdil rijal I : 464)
Al-Baihaqi menerangkan dalam kitabnya As-Sunanul Kubra II : 22, bahwa :
A. Ibnu Ma’in mendha’ifkannya.
B. Abdurrahman berkata, “Aku bertanya kepada ayahku mengenai rawi bernama Hajaj bin Farukh”, ia menjawab, “Ia seorang Syaikh yang tidak terkenal.” (Al-Jarhu Wat-Ta’dil III : 165).
Hadits 2 :
حدثنا أبو معاوية عن الأعمش عن شقيق قال جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللهِ يُقَالُ لَهُ أَبُوْ جَرِيْرٍ فَقَالَ : أَنِّي تَزَوَّجْتُ جَارِيَةً شَابَّةً وَإِنِّي أَخَافُ أَنْ يَفْرَكَنِي قَالَ : فَقَالَ عَبْدُ اللهِ : إِنَّ الْإِلْفَ مِنَ اللهِ وَالَفَرْكَ مِنَ الشَّيْطَانِ يُرِيْدُ أَنْ يَكْرَهَ إِلَيْكُمْ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فَإِذَا اَتَتْكَ فَمُرْهَا أَنْ تُصَلِّيَ وَرَاءَكَ رَكْعَتَيْنِ
“Dari Syaqiq ia berkata, sesorang yang bernama Abu Jarir mendatangi Abdullah , lalu ia berkata, sesungguhnya aku menikahi hamba sahaya perempuan yang masih muda dan aku takut ia membenciku, ia (syaqiq) berkata, maka Abdullah berkata, sesungguhnya lemah lembut dan rasa sayang itu dari Allah sedang kebencian itu dari setan, dia menginginkan kebencian diantara kamu sekalian terhadap apa yang Allah halalkan kepadamu, bila sikap seperti itu mendatangimu maka perintahkan istrimu untuk shalat dua rakaat di belakangmu (bermakmum).” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, III : 560, Mushannaf Abdurrazaq VI : 191, at-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir IX : 204)
Kelemahan :
Setelah diteliti, hadits yang diriwayatkan oleh ketiga mukharij di atas, semua rawi-rawinya termasuk rawi-rawi terpercaya. Kecuali seorang rawi bernama Al-A’masy. Nama lengkapnya ialah Sulaiman bin Mihran Al-Asadi Al-kahili Al-A’masy.
Ia seorang rawi yang Mudallis sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar. (Tahdzibul Kamal XXII : 92)
Dalam kitab Manhajun-Naqd karya Dr. Nurudin Atr (hal 384), bahwa periwayatan seorang rawi tsiqat yang dinyatakan mudallis, ketika meriwayatkan hadits menggunakan lafazh yang tidak pasti sima’-nya seperti ‘an, (tidak menggunakan lafazh seperti hadatsani, sami’tu dan akhbarana) maka periwayatannya itu Munqathi’ dan tertolak.
Sedangkan dalam masalah ini, periwayatan Al-A’masy dari Syaqiq menggunakan lafazh ‘an, dan tidak ditemukan bentuk penerimaan Al-A’masy dari Syaqiq secara pasti seperti hadatsani, sami’tu, dan akhbarana.
Hal ini berbeda dengan periwayatannya (Al-A’masy dari Syaqiq) dalam masalah yang lain seperti pada riwayat Al-Bukhari dan Muslim walaupun menggunakan sighah atau lafazh ‘an tetapi pada jalan lain menggunakan lafazh hadatsani. (Lihat Fathul Bari I : 218-219, Babu Makana Nabiyu Yatakhawaluhum bil Mauidhati wal ilmi kai Layanfiru).
Hadits 3 :
حدثنا علي بن سعيد قال نا اسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة المروزي قال نا علي بن الحسين بن واقد قال حدثني أبي عن عطاء بن السائب عن أبي عبد الرحمن السلمي عن عبد الله بن مسعود أن النبي صلعم كَانَ يُعَلِّمُهُمْ اِذَا الْمَرْأَةُ عَلَى زَوْجِهَا أَنْ يَقُوْمَ الرَّجُلُ فَتَقُوْمُ  مِنْ خَلْفِهِ فَيُصَلِّيَانِ رَكْعَتَيْنِ وَيَقُوْلُ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي اَهْلِي وَبَارِكْ لِاَهْلِي فِيَّ اللَّهُمَّ ارْزُقْهُمْ مِنِّي وَارْزُقْنِي مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِي خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إَذَا فَرَّقْتَ اِلَى خَيْرٍ  (Al-Mu'jam al-Ausath, 4 hal 217)
Dari Abdullah bin Mas'ud, “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada mereka yaitu, apabila seorang perempuan bercampur dengan suaminya hendaklah suaminya berdiri dan istrinyapun berdiri di belakangnya lalu keduanya shalat dua rakaat dan berdoa,
 اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي اَهْلِي وَبَارِكْ لِاَهْلِي فِي اللَّهُمَّ ارْزُقْهُمْ مِنِّي وَارْزُقْنِي مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اِجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِي خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إَذَا فَرَّقْتَ اِلَى خَيْرٍ  
“Ya Allah Rabb kami, berkahilah aku di dalam keluargaku, ya Allah ya Rabb kami, berkahilah mereka karena aku, ya Allah satukan kami selama engkau satukan kami di dalam kebaikan dan pisahkan kami selama engkau pisahkan kami di dalam kebaikan.”
Kelemahan :
Hadits ini DHA’IF karena ada rawi yang bernama :
*  علي بن الحسين بن واقد
A. Imam Abu Hatim berkomentar, “ضعيف الحديث” haditsnya lemah. (Tahzibul Kamal, juz 13 hal 253)
B. Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata “ صدُوْقٌ يُهِمُ ”  orang jujur tapi hafalannya lemah. (Tahdzibul Kamal XX : 406)
C. Begitu pula dengan bapaknya yaitu Al-Husain bin Waqid al-Marwuzi Abu Abdillah (Tahdzibul Kamal VI : 491)
Abu Al-Hasan Musthafa bin Ismail menetapkna dalam kitabnya Syifaul-Alil I : 282, lafazh “shaduqun yahimu” itu termasuk lafazh ta’dil martabat ke-4. Maka hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang ta’dil dengan “saduqun yahimu” itu tidak bisa dijadikan hujah apabila ia meriwayatkan hanya seorang diri (tanpa ada syahid).
Karena tidak terdapat riwayat yang lain yang dapat membantu terhadap periwayatan Ali bin Al-Husain bin Waqid, juga Al-Husain bin Waqid, maka hadits ini tidak bisa dijadikan hujjah.
*  عطاء بن السائب
Nama lengkapnya adalah Atha’ bin as-Saib bin Malik ats-Tsaqafi al-Kufi. Ada yang mengatakan nama kakeknya adalah Yazid, ia termasuk rawi yang termasyhur, terpercaya akan tetapi ia mengalami kepikunan. Oleh sebab itulah para ulama mendha’ifkannya. Dan kami (Ibnu Hajar) menyimpulkan dari kesepakatan para ulama bahwa periwayatan Syu’bah, Sufyan Ats-Tsauri, Zuhair bin Muawiyah, Zaidah, Ayub, dan Hamad bin Zaid dari Atha bin as-Saib adalah periwayatan mereka sebelum Atha bin Saib mengalami kepikunan. Adapun periwayatan selain mereka haditsnya DHA’IF. Karena meriwayatkan setelah Atha mengalami kepikunan. (Hadyus-Sari : 596).
Karena pada hadits ini yang meriwayatkan dari Atha bin as-Saib itu bukan orang-orang yang telah disebut di atas, maka Ali bin Al-Husain bin Waqid meriwayatkan hadits ini dari Atha bi as-Saib setelah Atha mengalami kepikunan. Oleh karena itu haditsnya DHA’IF.
Hadits 4 :
حدثنا إسحاق بن إبراهيم الدبري عن عبد الرزاق عن الثوري ومعمر عن الأعمش عن أبي وائل قال ثم جاء رجل من بجيلة إلى عبد الله فقال إني تزوجت جارية بكرا وإني قد خشيت أن تفركني فقال عبد الله إن الألف من الله وإن الفرك من الشيطان ليكره إليه ما أحل الله له فإذا دخلت عليها فمرها فلتصل خلفك ركعتين قال الأعمش فذكرته لإبراهيم فقال قال عبد الله وقل اللهم بارك لي في أهلي وبارك لهم في اللهم أرزقني منهم وارزقهم مني اللهم اجمع بيننا ما جمعت إلى خير وفرق بيننا إذا فرقت إلى خير
(Mu'jam Al Kabir, juz 9 hal 204)
Kelemahan :
Hadits ini DHA’IF karena ada rawi yang bernama Al-A’masy.

Senin, 26 Desember 2011

HADITS DHA'IF & MAUDHU'


Fadhilah Surat al-Waqi’ah

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ اَبَدًا
“Barangsiapa membaca surat al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selama-lamanya".
Hadits di atas diriwayatkan oleh :
1. Al-Harits bin Usama dalam Musnadnya.
2. Ibnu Sunni dalam kitab 'Amal al-Yaumi wal-Lailati, hadits nomor 674
3. Al-Baihaqi dalam kitab Asy-Syi'b
Dengan sanad dari Abi Syuja', dari Abi Thayyibah, dari Ibnu Mas'ud
Kelemahan Hadits :
a. Sanad tidak bersambung, demikian menurut ad-Daruquthni
b. Matannya Munkar, demikian menurut Imam Ahmad
c. Abi Syuja, Abi Thayyibah, adalah Majhul demikian menurut adz-Dzahabi
d. Tidak ada kepastian yang jelas terhadap para rawinya, demikian menurut Imam Ahmad, Abu Hatim, ad-Daruquthni, al-Baihaqi.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ وَتَعَلَّمَهَا لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ وَلَمْ يَفْتَقِرْ هُوَ وَاَهْلُ بَيْتِهِ
“Barangsiapa membaca surat al-Waqi’ah dan mempelajarinya maka ia tidak dicatat masuk dalam golongan orang-orang yang lalai dan dia beserta keluarganya tidak akan ditimpa kefakiran.”
Hadits ini diriwayatkan oleh :
As-Suyuthi dalam kitab “Dzail-Ahaadits Al-Maudhu'ah”  halaman 277 dengan perawinya Abi Syekh dengan sanad dari Abdul Quddus bin Habib dari al-Hasan dari Anas ra.
Kelemahan Hadits :
Maudhu (Palsu), demikian menurut As-Suyuthi
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ اَبَدًا, وَ مَنْ قَرَأَ كُلِّ لِيْلَةٍ – لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ – لَقِيَ اللهَ يَوْمَ القِيَا مَةِ وَوَجْهُهُ فِيْ صُوْرَةِ الْقَمَرِلَيْلَةَ الْبَدْرِ
“Barangsiapa membaca Surat al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya. Dan barang siapa membaca surat ‘Laa Uqsimu biyaumil Qiyamah’ setiap malamnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan menjumpai Allah dengan wajah bagaikan bulan purnama.”
Hadits ini diriwayatkan oleh :
Ad-Dailami, dengan sanad dari Ahmad bin Umar al-Yamani dengan sanad dari Ibnu Abbas
Kelemahan Hadits :
Ahmad bin Umar Al-Yamami adalah pendusta, demikian menurut As Suyuthi

Ikhtisar : Membaca surat al-Waqi’ah setiap malam atau malam2 tertentu tdk ada nash/dalil yg sharih dan shahih, jk mengamalkannya dan meyakini bahwa ini sunnah Nabi mk orang tersebut sudah terjerumus ke dalam “BID’AH” (Mengada-ada dalam urusan agama).

Sabtu, 24 Desember 2011

KURMA Termurah


FAKTA MENAKJUBKAN TENTANG KURMA
Kurma memang buah yang istimewa. Dalam bahasa arab disebutnya an-Nakhla, sebagai salah satu tanaman bermanfaat. Benarkah kurma berkhasiat bagi kesehatan, ataukah hanya mitos?
            Puasa memang identik dengan kurma. Setiap kali bulan Ramadhan tiba, kurma selalu menjadi santapan favorit untuk berbuka puasa. Ini bukan sekadar tren atau tradisi, karena Nabi Muhammad SAW pun selalu berbuka puasa dengan tiga buah kurma dan segelas air putih. Nama “an-Nakhla” sendiri memiliki arti “pohon kehidupan”, karena semua bagian tanamannya bermanfaat. Bahkan sejak zaman Nabi Muhammad, kurma sudah dimanfaatkan sebagai obat. Buah purba ini makin diakui sebagai SUPERFOOD. Kenali keistimewaannya dan cara menikmatinya.


Fakta 1 : Paling banyak disebut dalam Al Qur’an
Buah berwarna gelap yang legit dan manis ini bukanlah buah biasa. Dalam Al Quran,  kurma disebut +- sebanyak 24 kali, antara lain dalam surat maryam ayat 25-26, yaitu ketika Maryam akan melahirkan putranya Nabiyullah Isa a.s, Allah AWT memerintahkan beliau untuk menggoyangkan pohon kurma yang menjadi sandarannya kemudian beliau diperintahkan untuk memakan buah kurma yang jatuh didekatnya, maka sejak saat itu buah kurma menjadi makanan terbaik dan obat yang sangat mujarab bagi ibu hamil dan pasca melahirkan dari zaman ke zaman sampai hari akhir.
“Di bumi ada buah-buahan dan ada pohon kurma yang memiliki kelopak mayang.” (Q.S. Ar-Rahman : 11).
Abu Musa ra berkata : “Seorang bayi lahir, akupun membawanya kepada Nabi saw, beliau menamainya Ibrahim dan mentahniknya (melolohnya) dengan sebutir kurma, memohonkan berkah baginya, lalu menyerahkannya kepadaku”
Berbagai manfaat kurma disebutkan di berbagai hadits, antara lain, “Apabila salah seorang di antara kamu berpuasa, hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada kurma, hendaklah dengan air”. (H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi).
  

Fakta 2 : Pohon kehidupan dari padang pasir
Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) adalah sejenis tanaman palem yang umumnya tumbuh di sekitar oasis - mata air yang ada di tengah hamparan padang pasir. Awalnya para ahli arkeologi meyakini nenek moyang kurma berasal dari Teluk Persia. Namun Alphonse de Condolle, ahli botani dari Swiss, berpendapat bahwa asal-usul kurma bukan dari Teluk Persia, karena pada zaman prasejarah kurma sudah tumbuh di Senegal, Afrika Utara. Barulah pada tahun 4000 SM kurma mulai dibudidayakan di kawasan Mesopotamia yang sekarang wilayah Arab bagian Timur. Atas jasa para musafir padang pasir, kurma sampai ke Eropa Selatan. Bangsa Spanyol kemudian membawanya ke Amerika, khususnya di California, dan Arizona.
Buah yang menjadi makanan khas penduduk Timur Tengah ini di luar negeri dikenal dengan nama dates, dari bahasa Yunani yakni “daktulos” - yang artinya “jari”, karena bentuk buah kurma yang lonjong menyerupai jari.
Di Timur Tengah, berdasarkan tingkat kematangannya, kurma dikenal dengan banyak nama, yaitu kimri (belum matang), khalal (mencapai ukuran maksimal, renyah), ruthab (matang, lembut), dan tamr (matang, kering oleh sinar matahari). Kurma yang sering kita konsumsi di bulan Ramadhan adalah tamr alias kurma kering.


Fakta 3 : Tanaman purba yang tangguh
Berdasarkan bukti-bukti sejarah, pada tahun 4.000 SM, kurma mulai dibudidayakan di Mesopotamia. Kurma baru mengglobal dan dikenal di Eropa dan Asia pada abad 18.
Allah Maha Pemurah, di tanah yang kering dan tandus seperti Jazirah Arab, pohon kurma (Phoenix dactylifera Linn.) dapat tumbuh subur.  Bagaimanapun, tumbuhan gurun yang tangguh karena tahan udara panas, serta tetap survive dengan kelembapan rendah dan udara kering (32 derajat Celsius) ini,  tetap memerlukan banyak air. Oleh karenanya, tanah yang ideal bagi pohon kurma adalah di oasis – sumber mata air segar yang terdapat di tengah padang pasir yang kering, gersang, dan tandus atau di perkebunan dengan pengairan buatan, menggunakan jaringan instalasi pipa air yang mengairi pohon-pohon kurma tersebut secara periodik.


Fakta 4 : Berlimpah energi siap pakai
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa saat berbuka puasa disarankan mengawalinya dengan makanan yang manis. Nah, kurma merupakan salah satu buah paling manis karena kandungan gulanya yang tinggi. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa yang merupakan sumber energi siap pakai, sehingga dalam beberapa menit setelah makan kurma tubuh akan segera memperoleh kembali energi yang hilang setelah seharian berpuasa.
Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, ahli gizi dan guru besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, kandungan gula kurma mencapai 50-70 persen dari seluruh kandungan buahnya. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan buah lainnya yang kandungan gulanya hanya 20-30 persen saja. Pada kurma segar yang matang di pohon dan belum dijemur, kandungan gulanya sekitar 60 persen. Sedangkan kurma kering kandungan gulanya meningkat hingga 70 persen.
Meskipun tinggi gula, kandungan gula dalam kurma dicerna secara perlahan dan bertahap, sehingga kadar gula darah tidak melonjak drastis setelah menikmati kurma. Menurut Dr David Conning, Direktur British Nutrition Foundation, Inggris, segelas air yang mengandung glukosa, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit. Sedangkan gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam waktu 45-60 menit. Orang yang makan kurma saat sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, karena kurma juga kaya akan serat.

Fakta 5 : Kurma masuk butik
Untuk menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri, jangan hanya terpaku pada California Dates (madjool atau medjool, seperti yang terdapat di pasar swalayan, atau Kurma Nabi (agwa/ajwa/ajwah) oleh-oleh dari kerabat yang pulang dari Tanah Suci.
Data menyebutkan, terdapat lebih dari 200 jenis kurma di Timur Tengah dengan warna cokelat terang, marun, hitam keunguan, sampai hitam pekat. Demikian pula bentuknya: bulat kecil, persegi panjang, hingga berukuran besar dan panjang. Beberapa di antaranya, seperti Khidri, Sekkie, Sokari, Kholas, Agwa, Wanan, bisa ditemukan di Butik Kurma Bateel (dibaca: batil) di Plaza Indonesia, Jakarta, yang berpusat di Dubai (Bateel Dates). Kecuali jenis agwa  yang hanya bisa tumbuh di Madinah, kurma-kurma yang disebutkan tadi berasal dari perkebunan Al Ghat, 200 km dari Riyadh, Arab Saudi.
Untuk memenuhi selera masyarakat urban yang makin tinggi sofistikasinya, kurma telah dimodifikasi menjadi lebih trendi. Dalam butik ini, kurma diolah menjadi aneka penganan dan kudapan gourmet yang bisa memuaskan mata maupun lidah para penikmat makanan yang kritis. Antara lain, ada kurma dengan balutan cokelat,  yang  diisi almond, karamel, manisan jahe, dan manisan kulit jeruk. Ada juga yang dibuat biskuit (date biscuits) dengan pemanis sirup kurma, serta berbagai kue imut seperti dates roll, triangle, rectangle, green pistachio dengan pelengkap kenari tumbuk dan pistachio. Kurma juga dibuat jus, selai, mustard, serta date balsamic vinegar untuk dressing salad.
“Kami ingin kurma yang kaya nutrisi itu menjadi buah tangan, seperti halnya cokelat, agar masyarakat dapat memetik manfaat kesehatan dari kurma,” tutur Tania Walla, General Manager Bateel Indonesia.    

Fakta 6 : Agar awet dan tidak salah pilih
Kurma tanpa pengawet yang ada di butik tahan selama 9-10 bulan jika disimpan di tempat bersuhu 6-10 derajat Celsius, seperti pendingin (chiller) atau kulkas. Sebelum dimasukkan ke dalam pendingin, terlebih dahulu kurma dibalut dengan plastik khusus  yang tidak menimbulkan hawa panas sehingga kurma tidak menjadi berkeringat dan terjaga kadar kelembapannya. Jika suhu tempat penyimpanan di atas 24 derajat Celsius, dikhawatirkan akan tumbuh jentik atau kutu. Kurma yang sering keluar masuk kulkas pun akan cepat rusak atau membusuk.
            Jika tekstur kurma lengket, sudah tidak legit, serta terasa ada gumpalan-gumpalan kecil (grindil-grindil), berarti kurma sudah tidak prima. Apalagi jika warnanya tidak mulus dan kulitnya sudah berbintik-bintik putih. Jangan ragu, segera buang ke tempat sampah, karena sudah tidak layak dikonsumsi. 

Fakta 7 : Gulanya mudah dicerna
Menurut Dr Anwar El Multi dari Mesir, kurma mengandung glukosa 70%. Seperti halnya fruktosa – gula pada buah-buahan – glukosa mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh sehingga menghasilkan energi tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk mengolah, mencerna dan memanfaatkannya untuk kebutuhan tubuh.
Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Dirjen British Nutrition Foundation, akan diserap dalam waktu 20–30 menit. Karena kandungan seratnya yang tinggi, gula dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45–60 menit. Karena itu, mengonsumsi kurma pada waktu sahur akan membuat badan kita menjadi segar dan tahan lapar.
Kurma yang dikeringkan – seperti yang banyak diimpor ke Indonesia dari berbagai negara penghasil kurma –  kadar airnya jauh berkurang sehingga kadar gulanya terdongkrak naik sampai 80%. Kadar gula yang tinggi inilah yang menjadi sumber energi tubuh selama kita berpuasa.
           Buah padang pasir ini juga mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin A, vitamin B kompleks (thiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6), dan vitamin C. Kurma segar kaya vitamin C, sayangnya vitamin C ini biasanya hilang selama proses pengeringan menjadi kurma kering. Kurma juga mengandung banyak mineral seperti kalium, besi, magnesium, dan kalsium. 

Fakta 8 : Komentar para ulama dan ahli kedokteran :
*  DR. Jabir an-Nuaimi dan DR. al-Amir Abbas Ja’far, “Kurma mengandung sejenis unsure pengikat rahim yang dapat membatu mencegah pendarahan seusai melahirkan”, “Kurma merupakanmbahan dasar dari obat baru yang dikenal dengan diostolen, zat ini sangat penting untuk mengatasi reumatik dan beberapa jenis penyakit mata”
*  Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, “Kurma berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, menambah libido sekx, dan mengobati tenggorokan kering”
*  Syeikh Rabi’ al-Qutsaim, “Para wanita yang bersalin tidak memiliki sesuatu yang lebih baik bagi mereka selain kurma masak”
*  Amru bin Maimun, “Bila seorang wanita kesulitan melahirkan, tidak ada yang lebih baik daripada kurma masak, baik yang basah maupun yang kering” 

Fakta 9 : Khasiat kurma
Karena kaya akan vitamin dan mineral, selain yang disebutkan di atas kurma juga berkhasiat untuk :
* Sebagai pengganti imunisasi kimia sintetis yang sudah jelas haramnya
* Meningkakan trombosit dalam darah dan mengatasi DBD
* Mencegah stroke                                          * Mengatasi reumatik
* Mencegah tubuh dari bakteri dan kanker          * Membantu pertumbuhan tulang
* Mengatasi wasir                                            * Mengobati anemia, lesu dan letih
* Memperlancar saluran kencing                         * Menambah berat badan anak
* Meningkatkan vitalitas                                    * Memelihara dari kerabunan
* Menstabilkan kejiwaan bagi anak dan lansia        * Memeperlambat penuaan tubuh
* Menyehatkan kulit                                         * Cocok untuk diet, dll

Fakta 10 : Kurma mudah didapatkan

SARI KURMA SAHARA & SARIKURMA SAHIRA

Harga  : Rp 22.000,-/330 gr
Harga  : Rp 18.000,-/330 gr
Hemat : Rp 4.000,-






TAMR

Harga  : Rp 50.000,-/350 gr
Harga  : Rp 40.000,-/350 gr
Hemat : Rp 10.000,-


SARIKURMA MADINAH



Harga  : Rp 40.000,-/350 gr
Harga  : Rp 35.000,-/350 gr
Hemat : Rp 5.000,-


Klinik Asep Abdul Wahid Al-Hajjam
Jl. Suryani Dalam 4 BDG 40211
Hp 085 721 735 477 (Asep Abdul Wahid, Mln, Al-Hajjam)

Pin BB 314d6fa6